Aku, kau, senja dan rembulan yang tak bisa di jelaskan.
Menari pada bilangan yang tak bisa kuhitung jumlahnya, benar butuh cukup keberanian untuk menghadapi semua ini, namun bukankah aku cukup berani memulainnya? Bahkan sorot matamu kala itu jelas di benakku saat ini "waktu bukan kita yang punya" itu benar. Banyak hal terjadi namun semua berjalan tanpa arti hanya berjalan sepeti lagu yang kau tak berminat untuk mengerti apa makna nya. Begitu juga aku. Kau tau sore dengan langit dengan warna jingga loka itu, dulu aku sangat takut kehilangannya, namun kini semua ini justru kutunggu waktu untuk menikmatinya, tepat saat kakiku tenggelam dalam pasir hangat menuju dingin malam yang artinya jingga loka itu akan berganti dengan hangatnya "REMBULAN" Pernah aku berfikir untuk sampai kesana namun mimpi itu seolah tak nyata. Jangankan percaya bahwa aku akan sampai kesana berbagi cerita dengan sesama manusia lain saja tak pernah terpikirkan sebelumnya. ...