Samudera sandera

  Kadang rasanya seperti dalam samudera tak bertepi, mengamuk dan membuncah menciptakan buih-buih yang naik kepermukaan. Namun kadang seperti lentera yang hanya cukup untuk di baca. Nyaman rasanya. Isi kepalaku mendadak itu-itu saja! Entah kemana arahnya. Selesai atau tidak. Namun cerita itu pernah ada dalam bentuk rasa yang tak perlu di jelaskan dengan detail. Kita tau itu berbeda dari biasanya. Berbeda dengan pertemuan dengan lainnya. Ini bukan tentang benar atau salah. Namun rasanya kadang seperti pecundang juga. Pergi lalu kembali membawa bumbu yang tak aku racik, yang tak aku takar. Seperti secangkir coklat panas yang kental. Jika langsung kau letakkan bibir ranummu di ujung gelas itu bisa saja melepuh. Maafkan aku. Perasaan ini kadang menyesatkan namun kadang juga menyenangkan merasakannya sebagaimana ia diciptakan untuk merasa.

Komentar

Postingan Populer